Homemade, Sate Ayam
Masa sebelum akrab dengan dunia dapur, saya tergolong orang yang males masak (dasarnya memang nggak bisa masak, ding.. :p). Boro2 kepikiran mau membuat sate ayam sendiri. Enakan juga beli.. biasanya di gerobak sate Madura jl. AM Sangaji, dekat kos2an di Jogja.
Mulai timbul keinginan untuk mencoba membuat sate ayam setelah baca2 blog mbak Hany, yang mana liputan tentang sate khas-nya selalu berefek menerbitkan air liur dan perut tiba2 keroncongan. Halah.
Menurut pelajaran membuat sate khas mbak Hany, minyak ayam memegang peranan penting dalam kesuksesan produksi sate ayam. Minyak ayam dibuat dari kulit ayam yang disangrai sampai keluar minyaknya.
1.5 cup minyak ayam, diperoleh dari menyangrai kira2 setengah kilo lebih kulit ayam. (FYI, Giant jual kulit ayam).
Untuk satenya saya coba pake fillet dada, dipotong2 bentuk dadu, lalu disunduki. Ternyata hasil yang diperoleh 50 tusuk. Saya bakar 30 tusuk, dan sisanya masuk freezer.
Agar memudahkan saat mau dimasak, sate mentah dijajar dalam kantong plastik kalau bisa jangan melekat satu sama lain. Kebayang kan kalo nyimpannya diikat bergerombol, saat dikeluarkan dari freezer bakal rada repot memisah2kannya.
Sate ayam buatan sendiri. Penampilannya belum menggugah selera sama sekali, hihi.. Oya, nyunduki sate ayam ada seninya supaya tampak rapi dan sedap dipandang mata. Lihat blog mbak Hany yah..



Comments